Berita 20 Aug 2026

Flower Aceh Koordinasikan Sub Klaster PPKBGPP di Aceh Tamiang

Flower Aceh Koordinasikan Sub Klaster PPKBGPP di Aceh Tamiang

Flower Aceh bersama jejaring Civil Society Organization (CSO) dan lembaga pemerintah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Klaster Perlindungan dan Pengungsian (Klaster PP) di Kabupaten Aceh Tamiang pada 11 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat respons perlindungan bagi kelompok rentan di tengah situasi yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.

 

Rapat koordinasi tersebut bertujuan mengidentifikasi aktor-aktor CSO dan lembaga pemerintah yang bekerja di sektor Perlindungan dan Pengungsian (PP), sekaligus memetakan peran dan kontribusi masing-masing pihak. Selain itu, forum ini juga merefleksikan berbagai isu krusial, khususnya terkait perlindungan anak serta penanganan korban kekerasan berbasis gender.

 

Sebagai bagian dari proses penguatan sistem respons, para peserta turut mengisi formulir asesmen untuk Klaster Perlindungan Anak (PA) dan Sub Klaster Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat basis data dan memperjelas kebutuhan intervensi di lapangan.

 

Dalam pertemuan tersebut, Flower Aceh ditunjuk sebagai Koordinator Sub Klaster Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan. Penunjukan ini menegaskan komitmen bersama untuk memastikan isu perlindungan perempuan dan anak menjadi prioritas dalam kerja-kerja kemanusiaan di daerah.

 

Sebagai tindak lanjut, para pihak sepakat untuk segera mengaktivasi Sub Klaster Perlindungan Anak serta Sub Klaster PPKBGPP, memperkuat mekanisme koordinasi antar lembaga, dan memastikan pertemuan rutin Klaster Perlindungan dan Pengungsian berjalan efektif. Ke depan, koordinasi Klaster PP akan difasilitasi oleh IHCP guna menjaga sinergi dan kesinambungan upaya perlindungan di Aceh Tamiang.

PENDAPAT TENTANG

PERMAMPU

Pendapat anda   >>

"Pendampingan dari PERMAMPU terbukti meningkatkan kepercayaan diri perempuan pedesaan dalam memimpin perubahan sosial."

BUDI