Berita 19 Aug 2026

PERMAMPU Launching Program Pencegahan dan Penanganan Perempuan Korban Perkawinan Usia < 19 Tahun melalui Revitalisasi OSS&L

PERMAMPU Launching Program Pencegahan dan Penanganan Perempuan Korban Perkawinan Usia < 19 Tahun  melalui Revitalisasi OSS&L

Konsorsium PERMAMPU selenggarakan Perayaan Hari Keluarga Nasional  dengan tema “Memahami Pentingnya Empati dalam Gerakan Keluarga Pembaharu (GAHARU)” sekaligus launching program baru PERMAMPU yang didukung oleh INKLUSI, dan penguatan kapasitas mengenai Pentingnya Empati di Keluarga Pembaharu (GAHARU) pada 1 Juli 2023 melalui Hybrid Zoom meeting.

 

Kegiatan ini dihadiri 200an peserta baik online maupun offline yang terdiri dari Direktur, staf anggota PERMAMPU, Pengawas, Pengurus, Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput dan Perempuan Muda yang terlibat dalam program di 8 Propinsi di Pulau Sumatera. Juga menghadirkan Narasumber Nani Zulminarni Direktur Ashoka dan Penggagas Keluarga Pembaharu.

 

Menurut Dina Lumbantobing selaku Koordinator Konsorsium PERMAMPU, sejak awal PERMAMPU meyakini dan secara khusus merespon pendekatan pendidikan keluarga, seperti menerbitkan Buku Pegangan Orangtua untuk Pendidikan Kesehatan Tubuh dan Reproduksi untuk Anak, serta membangun keluarga HKSR.

 

“Di tahun 2021, sebagai fellow Ashoka saya terlibat dalam mendiskusikan pentingnya pendekatan keluarga untuk mendorong pendidikan keluarga yang menjadikan anak-anak, remaja, bahkan semua anggota keluarga menjadi pelaku perubahan. Belajar dari pengalaman para perempuan pelaku perubahan bahwa perubahan mendasar dan berkelanjutan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan – termasuk kesetaraan dan keadilan gender, hanya dapat terjadi jika setiap orang menjadi pembawa perubahan di kelompok paling kecil, yaitu keluarga. Menjadi seorang pembaharu dimulai sejak kecil dan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai keluarga”, Sambung Dina.

 

Dalam paparannya Nani Zulminarni menjelaskan pentingnya Empati agar memiliki hubungan sosial yang lebih baik, mengurangi konflik, menjadi lebih bahagia, landasan untuk cari solusi dan jadi pembaru, menjadi lebih baik dan bermanfaat.

 

“Ada 3 langkah membangun Empati di Keluarga. Pertama, siapkan dengan ciptakan kondisi yang memungkinkan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk dilihat, didengar, dan diperhatikan. Ajarkan anak-anak untuk mengenali dan mengungkapkan emosinya, memberi contoh serta dengarkan dan pahami keinginan maupun kebutuhan anggota keluarga. Kedua, libatkan dengan rancang beragam kegiatan yang dapat memicu sensitifitas anggota keluarga, beri ruang dan kesempatan seluruh anggota keluarga terlibat dalam pengambilan keputusan, belajar dari pengalaman orang lain (kakek, nenek, ayah, ibu) pahami mengapa ini terjadi dll. Ketiga, refleksi-aksi-refleksi melalui penyadaran nilai bersama dan mengenali perbedaan, menanamkan keberanian, dorong aksi perubahan bersama keluarga, melakukan refleksi bersama”, tutup Nani.

 

Perayaan ini ditutup dengan Rapat  Pertama Direktur Anggota Konsorsium PERMAMPU secara virtual yang dihadiri oleh kedelapan Pimpinan lembaga dari 8 propvinsi yang menjadi wilayah dampingan PERMAMPU. (AYP/DL)

PENDAPAT TENTANG

PERMAMPU

Pendapat anda   >>

"Pendampingan dari PERMAMPU terbukti meningkatkan kepercayaan diri perempuan pedesaan dalam memimpin perubahan sosial."

BUDI