Konsorsium PERMAMPU selenggarakan Perayaan Hari Keluarga
Nasional dengan tema “Memahami
Pentingnya Empati dalam Gerakan Keluarga Pembaharu (GAHARU)” sekaligus
launching program baru PERMAMPU yang didukung oleh INKLUSI, dan penguatan
kapasitas mengenai Pentingnya Empati di Keluarga Pembaharu (GAHARU) pada 1 Juli
2023 melalui Hybrid Zoom meeting.
Kegiatan ini dihadiri 200an peserta baik online maupun
offline yang terdiri dari Direktur, staf anggota PERMAMPU, Pengawas, Pengurus,
Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput dan Perempuan Muda yang terlibat dalam
program di 8 Propinsi di Pulau Sumatera. Juga menghadirkan Narasumber Nani
Zulminarni Direktur Ashoka dan Penggagas Keluarga Pembaharu.
Menurut Dina Lumbantobing selaku Koordinator Konsorsium
PERMAMPU, sejak awal PERMAMPU meyakini dan secara khusus merespon pendekatan
pendidikan keluarga, seperti menerbitkan Buku Pegangan Orangtua untuk
Pendidikan Kesehatan Tubuh dan Reproduksi untuk Anak, serta membangun keluarga
HKSR.
“Di tahun 2021, sebagai fellow Ashoka saya terlibat dalam
mendiskusikan pentingnya pendekatan keluarga untuk mendorong pendidikan
keluarga yang menjadikan anak-anak, remaja, bahkan semua anggota keluarga
menjadi pelaku perubahan. Belajar dari pengalaman para perempuan pelaku
perubahan bahwa perubahan mendasar dan berkelanjutan dalam kehidupan sosial
kemasyarakatan – termasuk kesetaraan dan keadilan gender, hanya dapat terjadi
jika setiap orang menjadi pembawa perubahan di kelompok paling kecil, yaitu
keluarga. Menjadi seorang pembaharu dimulai sejak kecil dan sangat dipengaruhi
oleh nilai-nilai keluarga”, Sambung Dina.
Dalam paparannya Nani Zulminarni menjelaskan pentingnya
Empati agar memiliki hubungan sosial yang lebih baik, mengurangi konflik,
menjadi lebih bahagia, landasan untuk cari solusi dan jadi pembaru, menjadi
lebih baik dan bermanfaat.
“Ada 3 langkah membangun Empati di Keluarga. Pertama,
siapkan dengan ciptakan kondisi yang memungkinkan setiap orang memiliki
kesempatan yang sama untuk dilihat, didengar, dan diperhatikan. Ajarkan
anak-anak untuk mengenali dan mengungkapkan emosinya, memberi contoh serta
dengarkan dan pahami keinginan maupun kebutuhan anggota keluarga. Kedua,
libatkan dengan rancang beragam kegiatan yang dapat memicu sensitifitas anggota
keluarga, beri ruang dan kesempatan seluruh anggota keluarga terlibat dalam
pengambilan keputusan, belajar dari pengalaman orang lain (kakek, nenek, ayah,
ibu) pahami mengapa ini terjadi dll. Ketiga, refleksi-aksi-refleksi melalui
penyadaran nilai bersama dan mengenali perbedaan, menanamkan keberanian, dorong
aksi perubahan bersama keluarga, melakukan refleksi bersama”, tutup Nani.
Perayaan ini ditutup dengan Rapat Pertama Direktur Anggota Konsorsium PERMAMPU
secara virtual yang dihadiri oleh kedelapan Pimpinan lembaga dari 8 propvinsi
yang menjadi wilayah dampingan PERMAMPU. (AYP/DL)