“Perempuan Lansia sehat dan bahagia bersama Keluarga”
Pada tanggal 23 Mei 2024 Konsorsium PERMAMPU
menyelenggarakan diskusi dan refleksi dengan tema “Perempuan Lansia sehat dan
bahagia bersama Keluarga” untuk menyambut Hari Lansia Nasional di 29 Mei
mendatang. Acara ini dilaksanakan secara Hybrid melalui Zoom di 8 Provinsi
(Aceh, SUMUT, Riau, SUMBAR, Jambi, Bengkulu, SUMSEL dan Lampung) dengan 35
titik Zoom yang berpusat di Hotel Santika Palembang, dan dipimpin oleh
Sekretariat PERMAMPU dan WCC Palembang.
Secara statistik sekitar 20%
Perempuan Lansia (>60 tahun) masuk ke dalam kelompok-kelompok
perempuan ataupun terlibat dalam FKPAR (Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput)
dampingan PERMAMPU.
PERMAMPU sebagai Konsorsium yang berkomitmen untuk melakukan
upaya penguatan perempuan secara inklusif ingin memaknai hari lansia dari sudut
pandang Perempuan lansia secara pribadi dalam dinamika kehidupannya di
keluarga, masyarakat dan lingkar PERMAMPU. Dalam pandangan PERMAMPU, perayaan
Hari Lansia 29 Mei yang hanya berjarak satu bulan dengan hari Keluarga yang
dirayakan setiap 29 Juni bukanlah kebetulan, karena Lansia dan Keluarga saling
berkaitan, dan karena pada umumnya orang terdekat yang menemani lansia
khususnya Perempuan Lansia adalah keluarga.
Kegiatan ini dihadiri oleh 364 perempuan yang terdiri dari
179 Perempuan Lansia usia >60 tahun, dan 185 perempuan usia <60 tahun
yang tersebar di 29 Kabupaten & 1 kota di 8 Provinsi pulau Sumatera;
yang diawali dengan menonton video
pendek mengenai masalah yang dihadapi lansia dan sharing pengalaman oleh
Perempuan Lansia maupun keluarga yang mendampingi lansia di 8 provinsi
Dari hasil refleksi dan berbagi pengalaman yang dilakukan,
PERMAMPU mengidentifikasi hal-hal berikut:
Setiap Perempuan Lansia memiliki masalah, kebutuhan dan
tantangan yang berbeda. Ada yang sudah merasa lansia meski orang lain
menganggap dirinya belum lansia dilihat dari definisi umum (>60 tahun). Hal
ini terkadang berhubungan dengan hambatan fisik karena menderita sesuatu
penyakit a.l. pernah jatuh/kecelakaan, gangguan memory/dementia, gangguan penglihatan,
masalah persendian/tulang dll. Demikian juga yang dianggap penyakit alami orang
tua yang sebenarnya adalah hambatan psikis seperti mudah tersinggung, merasa tidak berdaya,
menarik diri dari pergaulan, dsb.
Pada pihak lain ada beberapa Perempuan Lansia dampingan
PERMAMPU dengan usia >60 tahun merasa dirinya tidak lansia karena masih
mempunyai kekuatan untuk tetap berkarya serta bermanfaat yang menjadi
penyemangat hidupnya. Salah satu peserta dari Palembang Bernama Ibu Rita yang
berusia 65 tahun bahkan mengucapkan testimoni: ‘Aku sudah dianggap lansia,
tetapi aku tetap beraktivitas, mempunyai usaha yang sebagai sumber pendapatanku
bahkan untuk membantu keluargaku, dan aku ke mana-mana naik sepeda motor. Aku
merasa sehat dan bermanfaat, dan gembira Bersama FKPAR.” Sementara peserta yang
lain menyatakan bahwa berkumpul, berorganisasi di FKPAR, mempunyai kegiatan
bersama untuk menambah pengetahuan maupun rekreasi; membuat mereka bersemangat. Sementara masih banyak Perempuan
Lansia yang cenderung menarik diri, belum terjangkai.
Disadari bahwa masalah komunikasi antar generasi baik di
keluarga maupun di masyarakat menjadi tantangan untuk mengenali, memahami
lansia khususnya di dalam keluarga.
Pemerintah Indonesia juga telah berkomitmen untuk pemenuhan
hak-hak lansia. Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres)
Nomor 88 tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Untuk itu
PERMAMPU berkomitmen :
Mengidentifikasi dan mengenali tantangan dan masalah yang
dihadapi perempuan lansia dan keluarganya serta mengenali potensi dan
kebutuhannya, bahkan kepentingannya sebagai kelompok rentan mulai dari
keluarga.
Meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang hak-hak lansia
dengan pendidikan ke kelompok dan keluarga tentang sikap responsive, inclusive
terhadap lansia. Sertaenciptakan ruang berbagi pengalaman bersama lansia di
komunitas khususnya di kelompok dampingan PERMAMPU diskusi, senam lansia,
sharing cerita, pola hidup sehat, senam lansia dan rekreasi, pendidikan
teknologi untuk lansia dst
Pendidikan dan kampanye publik bahwa Perempuan lansia berhak
hidup bahagia, dihormati, tidak dianggap lemah/tidak berdaya, beban, tidak
produktif dan membangun situasi lansia yang sehat dan bahagia
Mendorong pemerintah untuk memastikan pemenuhan hak lansia
baik di tingkat Provinsi, Kabupaten serta pemerintah desa melalui kebijakan dan anggaran yang
responsive terhadap lansia.
Merintis upaya inovatif untuk model pemenuhan hak lansia
khususnya Perempuan Lansia misalnay mengembangkan Day Care Transformative
berbasis komunitas