Tim Konsorsium PERMAMPU yang terdiri dari: DInta Solin,
Elpina Sipayung, Tety Sumeri, Juliana Brutu dan Yuliana Silaban, menghadiri
kegiatan pengenalan program INKLUSI pada 5-7 juli 2023 di Jakarta. Kegiatan ini
diselenggarakan oleh Cowater Internasional yang didukung Pemerintah
Australia. Program kemitraan
Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI) merupakan program
investasi yang berkontribusi pada tujuan pembangunan yang lebih luas, yaitu
tidak ada satupun yang tertinggal – lebih banyak kelompok marginal
berpartisipasi dalam dan mendapat manfaat dari pembangunan di bidang sosial
budaya, ekonomi dan politik di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan peserta 15 orang yang terdiri dari 12
perempuan dan 3 laki-laki yang merupakan 3 mitra baru INKLUSI, yaitu: YAKKUM,
LAKPESDAM,Konsorsium PERMAMPU.
Acara dibuka oleh Rebecca McLaren (Manajer Unit MEL &
Research) dengan menyebutkan tujuan kegiatan yaitu untuk memberikan pemahaman
kepada Mitra terkait prinsip, kebijakan, dan alur kerja program INKLUSI,
termasuk standar dan proses desain proyek mitra, gambaran Monitoring, Evaluasi
dan Pembelajaran (MEL), mengenalkan Impact Log, SOLISKita dan Kobocollect sebagai
bagian dari system MEL & Report, serta Gambaran Umum Laporan Keuangan,
“Untuk itu kegiatan ini melibatkan tiga mitra baru INKLUSI
yang akan mengimplementasikan program di tahun 2023 diantaranya Lembaga
Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya
Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
(Lakpesdam NU), Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum-Unit Pusat Rehabilitasi
(YAKKUM-Pusat Rehabilitasi)-Yogyakarta dan Konsorsium Perempuan Sumatera Mampu
(PERMAMPU) dengan Host Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA)”, tambah Rebbeca
Tety Sumeri, tim kerja PERMAMPU dalam laporannya menyebutkan
dalam merancang program INKLUSI harus memasukkan persepektif GEDSI sebagai arus
utama melalui pendekatan berbasis HAM artinya kesetaraan dan partisipasi
bermakna. Juga pendekatan Interseksional yang artinya mengakui bahwa berbagai
identitas sosial: jenis kelamin, gender,
disabilitas, orientasi sessual, ras, etnis, ras, agama dst saliing beririsan
& berinteraksi satu sama lain.
Pendekatan jalur kembar: pengarusutamaan
dan penargetan desain program untuk memajukan hak-hak komunitas yang
terpinggirkan dan diterapkan ketika mempromosikan aksi kemanusiaan inklusif
disabilitas. (AYP/DL)